Buku

MADRASAH ISTIQLAL

 

 

Hidup pasti mati. Karena mati sudah menjadi kepastian. Lalu, hidup mau apa? Penulis berpendapat ”beramallah”. Sudah itu saja! Dengan cara apa yang kita miliki. Tidak harus uang, harta, atau wujud fisik. Tubuh kita pun bisa kita amalkan.

 

Madrasah Istiqlal namanya. Saya bangun bersama istri. Bertempat di rumah saya. 3 tahun berdiri (2012 – 2015). Sebuah perjuangan yang tak mudah saya wujudkan. Kendala dan hambatan sudah pasti ada. Namun, kami berusaha menyelesaikan.

 

Doa dan usaha menjadi kekuatan agar eksis Madrasah  tersebut berdiri. Namun, apalah daya, kami juga manusia. Manajemen yang belum terkelola dengan baik, akhirnya di tahun 2016, dengan berat hati “sekolah agama” tersebut kami tutup, dengan kesepakatan orang tua santri.

 

Segala kisah senang, sedih, dan jalannya pembelajaran saya tulis di buku ini. Mulai dari mimpi mendirikan madrasah, pengajuan proposal bantuan, membuat perkembangan akademik, dan undangan rapat koordinasi. Harapannya melalui buku ini, bisa menjadi motivasi di tahun-tahun berikutnya bisa mewujudkan madrasah itu lagi. Amin.

6. madrasah istiqlal.jpg

 

KAJIAN FIQIH SUBUH

 

Asahlah otakmu dengan bacaan, bacaan akan menuntun seseorang dalam memahami suatu ilmu. Jangan mengasah otak, karena tutur kata yang tanpa dasar. Disinilah pentingnya dasar berupa bacaan (kitab) yang akan menuntun seseorang dalam beribadah. Beribadah tidak asal. Tetapi, ada rukun-rukunnya, bahkan ada larangannya. Oleh karena itu, penting bagi kita membaca suatu dasar hukum. Buku ini adalah dasar hukum dalam beribadah yang bersumber dari kitab Safinatun Najah, yang saya interpretasikan dengan bahasa yang lebih mudah.

 

Tiap hari, saya menulisnya setelah kajian fiqih di Masjid Nurul Iman, Semarang. Alhamdulillah, sedikit- demi sedikit terkumpul materinya, bahkan jadi buku. Semoga, buku ini memberikan manfaat kepada para jamaah masjid Nurul Iman dan pembaca. Hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui akan suatu ilmu. Saya hanya manusia, mohon maaf, apabila ada kesalahan dalam menyampaikan materi fiqih tersebut. Tiada gading yang retak. Waallahu’alam.

 

5. Kajian Fiqih Subuh

Mengambil Hikmah Dari Kehidupan 1

 

Saat sedang memiliki problem dalam hidup, biasanya kita membutuhkan nasehat orang lain untuk menyemangati dan memberikan solusi atas permasalahan yang sedang kita hadapi. Namun, terkadang ketika kita curhat ke orang lain, orang itu malahan lebih banyak bercerita tentang dirinya sendiri bukannya mendengarkan. Tabiat manusia memang lebih suka berbicara daripada mendengar. Oleh karena itulah kita butuh berdialog dengan diri sendiri. Dialog antara pikiran dengan hati.

 

Dialog pikiran dengan hati, akan bedampak pada motivasi diri. Kita akan bisa memandang dengan “jernih” setiap masalah yang sedang kita hadapi, dan juga berpengaruh pada orang lain.

 

Buku ini adalah kumpulan tulisan yang terinspirasi dari hasi “dialog diri” di sekitar  lingkungan penulis, seperti pendidikan, agama, manajemen hati, sosial, dan kehidupan kampus. Bacalah buku ini, sebagai inspirasi dalam menasehati diri sendiri.

 

 

4. Mengambil Hikmah Kehidupan 1

 

Mengambil Hikmah Dari Kehidupan 1

 

Saat sedang memiliki problem dalam hidup, biasanya kita membutuhkan nasehat orang lain untuk menyemangati dan memberikan solusi atas permasalahan yang sedang kita hadapi. Namun, terkadang ketika kita curhat ke orang lain, orang itu malahan lebih banyak bercerita tentang dirinya sendiri bukannya mendengarkan. Tabiat manusia memang lebih suka berbicara daripada mendengar. Oleh karena itulah kita butuh berdialog dengan diri sendiri. Dialog antara pikiran dengan hati.

3. mengambil-berbagai-hikmah-dari-kehidupan

Dialog pikiran dengan hati, akan bedampak pada motivasi diri. Kita akan bisa memandang dengan “jernih” setiap masalah yang sedang kita hadapi, dan juga berpengaruh pada orang lain.

 

Buku ini adalah kumpulan tulisan yang terinspirasi dari hasi “dialog diri” di sekitar  lingkungan penulis, seperti pendidikan, agama, manajemen hati, sosial, dan kehidupan kampus. Bacalah buku ini, sebagai inspirasi dalam menasehati diri sendiri.

 

 

Sinopsis

AKAD NIKAH

 

Nikah adalah ibadah. Dalam beribadah membutuhkan komitmen. Bagi seorang pemuda, menikah dibutuhkan kesiapan psikis dan fisik. Ia harus membuka hati, nawaitu menikahnya.

 

Jangan berpandangan menikah harus “mapan” secara materi. Justru, ketenangan batin yang harus diutamakan. Sebenarnya, seorang lelaki yang memutuskan menikah, maka kedudukannya manjadi meningkat, mulai dari suami dan bapak. Ia dalam kehidupan rumah tangganya akan bernilai ibadah, mendapatkan pahala, dan pintu rezki akan dibuka.

 

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis dan hasil pengamatan terhadap pemuda yang akan menikah. Buku ini mengkaji tentang persiapan yang harus dilakukan oleh seorang yang akan menikah. Persiapannya adalah seluk-beluk menikah, kekuatan niat, memaknai lafal akad nikah, menyiapkan tempat, dan lainnya.

 

 

 

 

 

Mahasiswa Mengaji

 

Wahai mahasiwa, tahukah bahwa hidup kita sangat singkat? Apakah kamu sudah mempersiapkan kesuksesanmu? Apakah Allah hadir dalam hidupmu? Bagaimana cara Allah ada dalam hidupmu?

 

Apakah kita mengenal ghorib? Apakah wudhumu sudah sesuai dengan syariat?  Bagaimana ketauhidanmu?

 

Buku ini datang untuk mengingatkan kita bahwa Allah ada dalam hidup kita. Terlebih kita sebagai mahasiswa. Mahasiswa terkenal dengan idealisme tinggi, termasuk pola pikirnya sehingga perlu ada dasar yang kuat yaitu Tauhid. Selain itu, perlu adanya ibadah dan Al qur’an sebagai panduan hidup mereka.

 

Manfaat buku ini adalah:

  1. Mengenalkan tauhid kepada mahasiwa secara utuh.
  2. Mempraktikkan ibadah mulai dari thoharoh hingga wudhu sesuai dengan sunah Nabi.
  3. Mempraktikkan dan mengamalkan ghorib atau bacaan aneh sebagai mengenalkan Al qur’an untuk pedoman hidup bagi mahasiswa.

 

Semoga buku ini bermanfaat dan kajian Mahasiswa Mengaji sellau diberi keridhoan Allah SWT…Amin.

 

 

 

 

MANAJEMEN keselamatan dan kesehatan kerja PERKANTORAN

 

 

Pembelajaran mata kuliah manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (MK3) atau mata pelajaran keselamatan kesehatan kerja lingkungan hidup (K3LH) di sekolah atau universitas mencakup materi tentang keselamatan kerja di lingkungan industri dan kesehatan. Kurikulum pendidikan administrasi perkantoran tahun 2012 dan 2015 didalamnya terdapat matakuliah MK3. Pada tahun 2013 saya mengampu matakuliah tersebut. Materi-materi yang saya berikan sebagaimana dalam buku-buku yang beredar yaitu mengenai keselamatan kerja di industri. Melihat materi-materi tersebut, dalam benak hati saya menolak materinya, karena mahasiswa yang saya ajar adalah prodi pendidikan administrasi perkantoran, di mana materi-materi tersebut tidak ada korelasinya dengan prodi mereka yang notabene adalah kerja di sekolah atau kantor. Jika mereka lulus kemudian mengambil profesi guru, maka mereka akan mengampu mata pelajaran K3LH di SMK. Jika mereka lulus kemudian mereka mengambil profesi administrasi, maka mereka dapat mempraktekkan matakuliah ini sesuai dengan keadaannya yaitu di kantor. Namun karena tidak ada buku (sampai saat ini) saya belum menemukan keselamatan kerja kantor, sehingga saya berinisiatif untuk membuat modul dengan singkatan MK3. Modul ini khusus manajemen keselamatan bagi orang yang bekerja di kantor. Pastinya isinya berbeda dengan MK3 yang sebagaian besar mengkaji keselamatan dalam dunia industri dan kesehatan.

Kompetensi dalam MK3 yaitu konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerja, pekerjaan-pekerjaan kantor, faktor-faktor kesalahan dalam pekerjaan kantor, tata ruang kantor/ desain kantor/ layout kantor, keselamatan dalam pekerjaan kantor, permasalahan dalam pekerjaan kantor, penyelamatan dokumen kantor (arsip), pemeliharaan dan keamanan dokumen kantor (arsip), pemeliharaan alat-alat kantor, standarisasi kantor atau standarisasi alat kantor, gizi kerja sehat dan seimbang, dan studi kasus MK3 di lingkungan sekitar.

Kompetensi-kompetensi tersebut diatas adalah kompetensi turunan dari materi MK3 yang pada umumnya, hanya saja ada penyesuain bidang yaitu pendidikan administrasi perkantoran. Jadi melalui kompetensi-kompetensi di atas diharapkan saya dapat memberikan materi-materi yang sesuai dengan kompetensi prodinya, tidak mengajarkan materi-materi yang di luar kompetensi prodi. Dampak saya memberikan kompetensi di atas adalah tidak adanya buku atau modul yang sesuai dengan MK3. Sampai saat ini saya belum menemukan literatur mengenai keselamatan kerja kantor. Dan, jarang orang meneliti mengenai MK4. Seiangat saya, ada tokoh administrasi yang terkenal dari Universitas Gajah Mada (UGM) bernama The Liang Ghie. Beliau memaparkan prosentase pekerjaan administrasi mulai dari menulis, menghitung, menyimpan, mengirim, menggandakan, dan lainnya. Beliau memiliki keberanian dalam teorinya dimana pekerjaan administrasi yang diprosentasekan. Maknanya, bahwa beliau pernah meneliti mengenai pekerjaan administrasi. Namun saat sekarang, jarang saya menemukan teori-teori administrasi yang setajam beliau.

Contoh di atas, contoh cara meneliti pekerjaan kantor. Hal ini sebagai dasar saya dalam membuat kompetensi-kompetensi yang akan saya ajarkan kepada mahasiswa. Misal kesalahan dalam pekerjaan kantor. Jika kita mencari teorinya, maka dapat dikatakan tidak menemukan. Namun jika kita meneliti atau observasi maka akan menemukan jawabannya. Hal inilah yang akan saya lakukan bersama mahasiswa yaitu menanyakan secara langsung mengenai faktor kesalahan dalam pekerjaan kantor. Pola yang akan saya lakukan pastinya, agak susah dilakukan. Namun dengan niat dan usaha serta kerjasama dengan mahasiswa, saya yakin akan tercipta kelak model manajemen kesalamatan dan kesehatan kerja kantor. Mohon doanya semoga kelak saya bisa menuliskannya dalam sebuah modul atau buku mengenai materi tersebut, di mana buku tersebut sangat dibutuhkan oleh guru-guru di SMK.

 

 

Semarang, 18 Maret 2016

Penulis,

 

Agung Kuswantoro

 

 

 

E ARSIP PEMBELAJARAN

 

Buku ini mengkaji tentang cara pemakaian  (user)  Elektronik  Arsip (E Arsip) berbasis  Microsoft access  dari  yang  dikembangkan  oleh  penulis.  Pola  yang  dibangun  adalah  berupa  identifikasi kebutuhan  dari  arsip,  sehingga  muncul  main  menu.  Main  menu  yang  ditampilkan  meliputi manajemen arsip, buku agenda surat masuk-keluar, pencarian arsip, pengaturan instansi, tentang  E Arsip, rekap surat masuk, rekap surat keluar, rekap buku agenda, dan rekap peminjaman arsip.

 

Oleh  karenanya,  buku  ini  sangat  bermanfaat  siswa,  guru,  dosen,  dan  pelaku  administrasi perkantoran.  Dengan  sistem  yang  sederhana,  namun  dapat  menampilkan  berbagai  kebutuhan manajemen kearsipan. Program tersebut sangat murah, bahkan gratis karena dapat diaplikasikan dalam  semua  komputer.  Mengingat  kemajuan  teknologi  informasi,  maka  E  Arsip  di  saat sekarang sangat dibutuhkan.

 

 

 

HUMAS

Hubungan Masyarakat (humas) merupakan salah satu unsur administrasi. Ia memiliki posisi yang penting dalam menginformasikan kegiatan lembaga kepada pihak internal dan eksternal.

Sebagai pelaku administrasi, kita harus memahami konsep-konsep humas. Buku  ini menyajikan konsep-konsep humas, seperti humas dan administrasi, definisi operasional konsep humas, humas dan komunikasi, humas dan opini publik, komunikasi persuasif, memilih media eksternal untuk humas, media internal humas, dan penulisan press release.

Model penulisan buku ini yaitu mengenalkan konsep yang disertai contoh aplikatif (kasus) tentang humas. Selain itu, juga ada penugasan dan beberapa model untuk memperjelas suatu konsep.

Buku ini sangat cocok untuk guru dan dosen-dosen administrasi perkantoran, serta pelaku administrasi, karena berkaitan erat dengan salah satu unsur administrasi, yaitu humas. Semoga buku ini, bermanfaat untuk kita. Amin.

 

 

Sinopsis SBM

 

Pernahkah kita melihat pertandingan sepak bola? Jawabnya, pasti pernah. Seorang pelatih sepak bola sebelum bertanding di suatu event, pasti dia memiliki strategi untuk memenangkan pertandingan tersebut. Demikian juga, guru sebagai manajer di kelas, ia juga memiliki strategi agar siswanya memahami materi yang disampaikannya.

Di kelas, guru bukanlah sosok yang harus ditakuti atau disegani oleh siswanya. Namun, ia adalah figur yang menyenangkan bagi siswanya. Ia juga sahabat siswanya, yang selalu ingin mendengarkan respon atau komentar atas informasi yang telah disampaikan.

Buku Strategi Belajar Mengajar (SBM) ini, merupakan kumpulan materi yang penulis kumpulkan saat mengampu mata kuliah tersebut. Ada tiga belas bab materi yang saling terkait yaitu Nancy Alliot: Sang Guru Sejati, Strategi, Metode, atau Teknik Pembelajaran?,  Memotivasi Siswa dengan Kalimat Positif, Pengelolaan Kelas di Kelas Ternakal, Membuat Lesson Plan Kreatif, Keterampilan Mengajar yang Harus Dikuasai Guru, Fungsi, Peran, Ciri, dan Kompetensi  Guru, Mereka Kreatif Mengajar, Microteaching (2): Meng-update Gaya Mengajar, Yosina, Aku Berguru Padamu, dan kumpulan artikel yaitu Model Bermain Peran (Role Playing) dalam Pembelajaran Mengelola Pertemuan dan Rapat pada Jurusan Administrasi Perkantoran, Ambigu antara Strategi, Metode atau Teknik Pembelajaran? dan Keterampilan Dasar Mengajar Guru.

Pengguna buku ini adalah calon guru (mahasiswa) kependidikan, guru, dan praktisi pendidikan. Setelah membaca dan mempraktekkan buku ini, diharapkan pembaca menjadi guru yang kreatif dan pandai mengambil hati siswa dalam strategi pembelajaran yang ia gunakan.

 

 

 

 

Agung Bercerita Arsip

 

Arsip merupakan sumber informasi yang penting bagi manusia dan lembaga. Ia memiliki “beribu” makna yang terkandung di dalamnya. Oleh karenanya, kita harus memelihara, menjaga, dan mengamankannya.

Jika ia dapat berkata, maka ia akan mengatakan “Jangan sia-siakan Aku. Rawatlah dan jagalah Aku, agar kau dapat menceritakan apa yang terjadi dalam diriku”.

Perkataan itulah yang melatar belakangi penulis untuk menuliskan buku ini, berdasarkan moment yang dialami oleh penulis.

Penulis yang berprofesi sebagai dosen administrasi perkantoran sangat tertarik untuk meneliti dan mengabdi kepada masyarakat tentang kearsipan.

Selain itu, penulis sering berbagi ilmu kepada guru administrasi perkantoran di daerah dengan memberikan pelatihan (pemakalah) kepada mereka. Penulis juga pernah menjadi pembicara di seminar nasional (call for paper) di beberapa kota besar.

Berbagai pengalaman tersebut, penulis mengkisahkan dalam sebuah buku dengan judul “Agung Bercerita Arsip”. Buku ini ada dua bagian, yaitu artikel dan makalah dan pengalaman arsip. Bagian satu, makalah berisikan kumpulan makalah-makalah penulis yang telah diprosidingkan di Seminar Nasional. Bagian kedua, yaitu cerita tentang arsip yang dialami oleh penulis.

Buku ini sangat cocok bagi guru dan dosen pendidikan administrasi perkantoran dan pelaku administrasi, karena berkaitan erat dengan salah satu bidangnya, yaitu kearsipan. semoga buku tersebut bermanfaat untuk kita. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN KARAKTER Melalui Public Speaking
Publik speaking merupakan salah satu model dalam komunikasi sebagai solusi mengetahui blind area (daerah buta) sebagaimana konsep Johari Window, karena dengan public speaking kekurangan dalam diri seseorang dapat diketahui, sehingga ia akan memperbaikinya. Bahkan, ia mengetahui kelebihan dalam dirinya, seperti penguasaan materi, mempengaruhi orang lain, dan keterampilan berkomunikasi. Public speaking mampu meningkatkan potensi diri seseorang dan menanamkan pendidikan karakter seperti percaya diri, terbuka, menghargai pendapat orang lain, dan jujur terhadap kemampuan diri sendiri. Oleh karena itu, buku ini cocok sebagai sebagai bahan referensi.

Materi yang dibahas penulis di antaranya tentang Komunikasi, public speaking, Hubungan public speaking dengan Pendidikan Karakter, dan Model public speaking dalam Pembelajaran.

 

 

 

 

 

6. Pendidikan Karakter Melalui Public Speaking.jpg

 

 

MANAJEMEN KEARSIPAN ELEKTRONIK BERBASIS ACCESS

 

Manajemen kearsipan yang dilakukan oleh lembaga (instansi) masih menggunakan sistem manual. Artinya, segala kegiatannya menggunakan kertas sebagai medianya, seperti buku agenda dan kartu kendali. Seiring dengan perkembangan organisasi dan Teknologi Informasi (TI), maka pola manual tidak efektif dan efisien digunakan, sehingga dibutuhkan pengelolaan arsip elektronik (e arsip).

 

Konsep e arsip yang dikaji dalam buku ini, meliputi perkembangan teknologi informasi, keuntungan, peraturan perundang-undangan, definisi, karaketristik arsip elektronik dan manual, manfaat manajemen, instrumen dalam pengelolaan, jenis umum, metode penyimpanan, pemeliharaan, permasalahan, strategi dalam menghadapi masalah, perlindungan e arsip. Selain iu, mengkaji pengelolaan arsip berbasis TIK, ketentuan fungsional sistem pengelolaan berbasis TIK, masalah implementasi pengelolaan arsip, dan model Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD).

 

Aplikasi e arsip yang ditawarkan dalam buku ini dengan program Microsoft Access. Pembuatan e arsip meliputi buku agenda, kartu kendali, kartu pinjam arsip, buku ekspedisi surat masuk dan surat keluar. Hal ini berdasarkan pada identifikasi kebutuhan database yang diperlukan organisasi. Langkah-langkah pembuatan e arsip dibuku ini, dipaparkan secara detail, sehingga buku ini mudah dipahami oleh semua orang.

 

 

TEACHING FACTORY
 

SMK sebagai sekolah vokasional bertujuan menghasilkan peserta didik yang memiliki life skill yang sesuai dengan bidangnya sehingga mampu hidup mandiri di masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pembelajaran kewirausahaan. Penanaman nilai-nilai entrepreneurship di sekolah dapat dilakukan melalui teaching factory.

Buku Teaching Factory ini mengkaji tentang perencanaan teaching factory yang meliputi identifikasi kebutuhan dan masalah, kebijakan, strategi, pengembangan, serta evaluasi pendahuluan yang didasarkan kajian teori dan studi empiris di SMK Negeri 6 Semarang, sebagai sekolah yang telah sukses mengaplikasikan teaching factory, bahkan produk-produknya telah dikenal di Singapura dan Malaysia.

4. teaching factory.jpg

 

KEYBOARDING 10 JARI

 

 

Dalam rangkapengembangan kawasan akademik di lingkungan dosen, dikandung maksud meningkatkan daya kreativitas dan produktivitas yang terutama sekali pada bidang matakuliah pokok yang diampu oleh masing-masing dosen. Tujuan yang hendak dicapai dalam program pengembangan ini adalah :

  1. Tersedianya bahan kuliah masing-masing dosen secara ter­tulis dalam bentuk buku, yang dapat didistribusikan kepada setiap mahasiswa.
  2. Berkembangnya kemampuan (kreativitas dan pro­duktivitas) dalam penulisan buku-buku ilmiah di lingkungan Fakultas Ekonomi khususnya lingkungan Pendidikan Ekonomi UNNES.
  3. Mempersiapkan bahan-bahan perkuliahan secara terprogram dan sistematis.

Tak dapat disangkal, bahwa kemampuan para dosen untuk mempersiapkan perkuliahannya dan kemampuan menyusun buku cukup besar. Salah satu yang merupakan hambatan kreativitas tersebut adalah sangat minimnya fasilitas yang tersedia, terutama sekali penggandaannya. Mulai tahun akademik 2010 Fakultas berusaha semaksimal mungkin menyediakan fasilitas tersebut, sehingga hambatan utama dapat diperkecil.

Terbitnya buku “KEY BOARDING DENGAN SISTEM 10 JARI” yang disusun oleh 3 orang dosen, yakni : Drs. Sularso M, Drs. Marimin, M.Pd dan Agung Kuswantoro, S.Pd, diharapkan mampu memberikan motivasi belajar lebih tinggi kepada para mahasiswa, sebab selama ini matakuliah Keterampilan Mengetik, belum memiliki literatur yang dapat dijangkau oleh mahasiswa. Semoga usaha tersebut akan banyak manfaatnya, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat pemakai lainnya.

Semarang, 1 Agustus 2012

Dekan FE UNNES

  1. Martono

NIP. 196603081989011001

 

 

 

PRAKATA

 

 

Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang suatu ketika dihadapkan pada kenyataan untuk dapat mengoperasikan komputer. Karena kebutuhan “Dapat mengoperasikan computer”sama dengan kebutuhan “Dapat Menulis”.

Untuk mendapatkan ketrampilan mengoperasikan komputer diperlukan petunjuk-petunjuk serta latihan-latihan yang memadai supaya Mahasis-wa/Pelajar/Peminat benar-benar dapat mengetik dengan baik.

Buku “KEY BOARDING DENGAN SISTEM 10 JARI” kami susun bagi Mahasiswa/Pelajar/Peminat yang ingin mendapatkan ketrampilan mengetik dengan cara-cara yang benar.

Di dalam buku ini dijelaskan secara teoritis tentang perkem­bangan cara mengetik yang efisien, susunan papan tuts universal dan susunan papan tuts ideal. Secara praktis dijelaskan tentang sikap mengetik yang benar, cara mengetik berirama, cara memasang kertas, cara memasang karbon dan cara memasang pasak pinggir.

Pelaksana latihan dasar harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk agar kemajuan ketrampilan selalu berkem­bang. Tidak lupa diberikan contoh-contoh bagaimana mengerjakan pekerjaan key boarding, pekerjaan dalam bentuk-bentuk surat, pekerjaan kecil, mengetik pekerjaan yang menggunakan kolom­-kolom, mengetik tepat di atas garis atau kolom isian yang harus diisi secara tepat. Demikian pula diberikan petunjuk cara mengetik Neraca yang menggunakan dua lembar kertas,mengetik artistik atau mengetik indah dan yang terakhir petunjuk tentang cara mengetik di Sheet Stensil.

Buku “KEY BOARDING DENGAN SISTEM 10 JARI” terutama digunakan dalam rangka pelaksanaan mata kuliah Mengetik dasar computer program S-1, D-3 yang  mengambil ketrampilan Administrasi Perkantoran. Karena petunjuk-petunjuk yang diberikan mudah diikuti, maka bagi para peminat dapat menggunakan buku ini untuk berlatih sendiri.

Semarang, 31 Juli 2012

3. keyboarding 10 jari.jpg

 

KORESPONDENSI BHS INDONESIA
Beberapa orang menganggap surat tidak penting karena tidak efisien dan tidak efektif  sehingga  saat sekarang sangat jarang digunakan oleh instansi. Perkembangan teknologi dan informasi menuntut pada korespondensi (surat) seperti email (elektronik mail) karena lebih cepat tersampaikan dan lebih akurat dengan adanya file. Apapun bentuknya surat itu penting, perubahan era yang dulu surat itu ditulis tangan, diketik, dan di-scan menunjukkan keberadaan surat masih diterima di masyarakat.

Buku ini membahas tentang korespondensi yang meliputi konsep, fungsi, penggolongan, dan teknik pembuatan surat. Selain itu, penulis juga menjelaskan tentang surat niaga, surat dinas, beberapa surat yang memiliki bentuk khusus, surat sosial dan pribadi, serta surat elektronik (email). Semoga buku ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para aktivis administrasi perkantoran dan pelaku korespondensi bahasa Indonesia pada umumnya.

2. korespondensi bhs indo.jpg

 

MANAJEMEN KEARSIPAN

 

 

Kearsipan sebagai salah satu kegiatan dalam pembinaan manajemen perkantoran, merupakan hal yang sangat penting dan tidak mudah dalam pelaksanaannya. Keterampilan mengelola arsip harus dimiliki tenaga pengelola untuk membantu tugasnya, serta membantu kelancaran kerja secara keseluruhan bagi aparat instansi yang bersangkutan. Pengelolaan kearsipan yang baik dan benar akan membantu kelancaran tugas-tugas pekerjaan selanjutnya. Karena arsip merupakan salah satu sumber pengambilan keputusan pada setiap instansi. Buku Manajemen Kearsipan ini secara umum menyajikan tentang pengelolaan arsip kantor, baik arsip konvensional maupun arsip elektronik, dengan harapan dapat membantu para praktisi perkantoran apabila mengalami kesulitan dalam pengelolaan arsip. Buku tersebut juga dimaksudkan untuk dapat lebih memahami cara mengelola kearsipan dengan baik sesuai dengan standar pengelolaan yang diharapkan, sehingga bermanfaat bagi arsiparis, pengelola arsip, para mahasiswa kearsipan pada khususnya, dan para pembaca yang bergerak pada bidang administrasi perkantoran.

Baku ini terdiri dari 7 bab yang menguraikan beberapa hal pokok yang harus diperhatikan bagi pengelola kearsipan pada suatu instansi atau lembaga yang ingin mengelola arsip dengan baik. Bab 1 menjelaskan tentang Arsip dan Kearsipan, dipaparkan bahwa ada 5 sistem penyimpanan arsip yang digunakan oleh berbagai organisasi baik pemerintah maupun swasta yaitu: sistem abjad, sistem masalah, sistem tanggal (kronologis), sistem nomor terakhir (terminal digit), sistem klasifikasi desimal, serta sistem wilayah (geographic filing). Terkait dengan cara peminjaman arsip untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam, diatur dengan adanya pencatatan semua peminjaman, baik internal maupun eksternal. Peminjaman harus memiliki prosedur yang sama yaitu dengan menggunakan “Kartu Pinjam Arsip”. Dengan demikian dapat dihindarkan adanya kehilangan arsip dan setidaknya ketidaktahuan keberadaaan arsip dapat dihindarkan.

Pada Bab 2 dijelaskan mengenai prinsip penyimpanan arsip. Bab ini menjelaskan tentang persyaratan tempat penyimpanan arsip dan petugas kearsipan. Tempat penyimpanan arsip dijelaskan bahwa arsip disimpan dengan menggunakan filling cabinet. Petugas kearsipan harus memiliki empat syarat sebagai arsiparis yaitu keterampilan, ketelitian, kerapian, dan kecerdasan. Prinsip penyimpanan yang digunakan oleh organisasi harus dilandasi beberapa ketentuan yakni keamanan, keawetan, dan keefisienan pengolahan. Asas penyimpanan arsip dengan menggunakan asas sentralisasi, desentralisasi, kombinasi sentralisasi-desentralisasi, kombinasi desentralisasi-sentralisasi dan dekonsentralisasi.

Penilaian dan pengamanan arsip dijelaskan dalam bab 3. Dalam kegiatan penilaian tata kearsipan harus berdasarkan prinsip yaitu: penilaian arsip atas dasar manfaat, atas dasar prinsip kecepatan, dan atas dasar efisiensi. Selain alat penilaian berdasarkan pninsip, manfaat, prinsip kecepatan, dan prinsip atas dasar efisiensi, alat lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi hal tersebut adalah angka cermatan. Angka cermatan ini digunakan untuk menentukan keabsahan sistem yang digunakan dalam penyimpanan arsip organisasi yang bersangkutan. Berdasarkan pasal 40 ayat 5 UU No.43 Tahun 2009, langkah untuk pengamanan arsip adalah penertiban kegiatan dan pemeliharaan arsip. Kerusakan arsip terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal (kerusakan arsip karena kondisi arsip berpotensi rusak) dan faktor eskternal (kerusakan arsip disebabkan hal-hal diluar arsip yang bersangkutan). Pemeliharaan arsip secara fisik dilakukan dengan cara menjaga ruang penyimpanan tetap kering, penggunaan racun serangga, tindakan preventif, mengatur tempat dan letak arsip dengan benar, serta menjaga kondisi arsip sesuai dengan standar kearsipan.

Proses penyusutan dan pemindahan arsip dapat di baca pada Bab 4. Bab ini menjelaskan proses penyusutan arsip. Dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 disebutkan bahwa penyusutan arsip adalah pengurangan arsip dengan cara: memindahkan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan dalam lingkungan lembaga¬lembaga negara atau badan-badan pemerintahan masing-masing; memusnahkan arsip sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk arsip, yang sudah tidak memiliki nilai guna; dan menyerahkan arsip statis (arsip, yang mempunyai nilai guna abadi) oleh unit kearsipan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. Untuk menyusutkan dan memindahkan arsip dari unit pengolah ke unit kearsipan perlu menetapkan angka pemakaian arsip, sebab angka pemakaian arsip menunjukkan frekuensi penggunaan arsip. Penyusutan dan pemindahan arsip, tersebut dilakukan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA). Dalam pembuatan Jadwal Retensi Arsip harus menentukan kebijakan dalam menilai suatu arsip, baik atas dasar jenisnya, fisiknya maupun informasinya. Penetapan jangka waktu penyimpanan didasarkan atas nilai guna arsip tersebut, sehingga penyusutan dan pemindahan arsip dapat dilakukan atas dasar jangka waktu penyimpanan. Waktu yang paling tepat untuk penyusutan dan pemindahan arsip adalah akhir tahun, tetapi apabila tidak dapat diatur, proses pemindahan arsip, pada akhir tahun dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Pada Bab 5 membahas tentang prosedur pemusnahan arsip. Bab ini menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan adalah menetapkan prosedur pemusnahan arsip yang sudah sudah habis nilai gunanya. Pemusnahan arsip harus disertai dengan berita acara pemusnahan arsip dan daftar arsip yang dimusnahkan. Pemusnahan arsip, dilakukan oleh petugas dan harus disaksikan oleh dua pejabat bidang pengawasan atau pejabat di bidang hukum/perundang¬undangan. Pemusnahan arsip dilakukan dengan cara pembakaran, pencacahan, dan penghancuran.

Bab 6 membahas tentang Arsip Statis. Menurut Undang¬Undang No.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pasal 1 ayat 7, arsip statis tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya, akan tetapi dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan, maka naskah¬-naskah, baik yang dibuat oleh badan swasta atau perorangan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun kelompok adalah arsip, yang harus dikelola. Proses penyerahan arsip statis dari organisasi atau perorangan ke Lembaga Kearsipan (ANRI) dilakukan dengan berita acara penyerahan arsip, statis. Dengan demikian apabila dilaksanakan secara konsekuen, maka arsip, statis segera dapat dilacak.

Konsep dasar sistem kearsipan elektronik berbasis komputer dipaparkan pada bab terakhir. Dalam bab ini diuraikan bahwa ada tiga komponen dalam sistem kearsipan elektronik beserta atributnya. Tiga komponen Sistem Kearsipan Eektronik yaitu: 1) kabinet virtual adalah merupakan database yang meniru bentuk dari kabinet nyata yang dipergunakan pada sistem kearsipan konvensional. Atribut¬-atributnya antara lain: kode kabinet, nama kabinet, fungsi kabinet, dan lokasi; 2) map virtual adalah database yang atribut-atributnya seperti map yang sesungguhnya dalam sistem kearsipan konvensional. Akan tetapi tidak seperti pada map konvensioanl yang memiliki kemampuan terbatas dalam menyimpan dokumen, map virtual memiliki kemampuan tidak terbatas dalam penyimpanan dokumen. Atribut dalam map virtual antara lain: kode map, nama map, lokasi map, dan keterangan. 3) Lembaran arsip menjelaskan bahwa lembar arsip yang tersimpan dalam map virtual, bisa berbentuk file dokumen atau gambar. Atributnya antara lain: kode arsip, nama arsip, klasifikasi, tanggal arsip, tanggal terima, pengirim, penerima, gambar, lokasi file, dan lokasi fisik. Kemudahan Pengelolaan Arsip pada sistem kearsipan elektronik berbasis komputer adalah: 1) mudah dioperasikan; 2) tampilan yang menarik; 3) fasilitas pencarian dokumen; 4) pencatatan lokasi fisik dokumen; 5) fasilitas gambar dan suara, 6). keamanan data; 7) retensi otomatis; 8) laporan kondisi arsip; 9) bisa terhubung dengan jaringan komputer; 10) memungkinkan fasilitas OCR. Sedangkan perangkat yang digunakan dalam sistem kearsipan berbasis komputer yaitu: pemilihan hardware (perangkat keras) dan analisis pemilihan software (perangkat lunak).

Akhirnya, buku ini layak dijadikan sebagai referensi bagi para pengelola kearsipan/administrasi bagi instansi pemerintah maupun instansi lainnya, mahasiswa, serta pembaca yang bergerak pada bidang administrasi perkantoran dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang manajemen kearsipan yang baik. Tidak kalah pentingnya di bagian akhir buku ini juga dilampirkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, yang semakin memudahkan pembaca memahami konsep kearsipan yang ada di Indonesia.

Tidak ada gading yang tidak retak, ini menunjukkan bahwa tidak ada karya yang sempurna. Masih banyak penggunaan kata “warkat” yang seharusnya bisa langsung dikatakan “arsip” saja. Dalam proses pemindahan arsip, masih digunakan istilah “gudang penyimpanan”. Istilah gudang dalam kaitannya dengan arsip mengandung makna negatif, yang seharusnya dapat digunakan “unit kearsipan” atau “records center”. Terdapat beberapa penjelasan yang masih kurang terkait dengan peraturan kearsipan, salah satunya adalah proses penyerahan arsip statis yang hanya diserahkan ke ANRI. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa arsip statis tidak hanya dikelola oleh ANRI saja, akan tetapi juga dikelola oleh lembaga kearsipan baik di daerah kabupaten/kota, provinsi, bahkan perguruan tinggi.

 

 

 

BUKU BEDAH peraturan pemerintah Nomor 51 tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas

Kata Pengantar

 

 

Pembelajaran Korespondensi Bahasa Indonesia selama ini bersifat teoritis. Pembelajaran dilakukan secara ceramah di kelas dan disampaikan secara lisan dengan berbantuan powerpoint. Gaya pembelajaran ini “object student” menjadikan siswa pasif dan pembelajaran menjadi monoton.

 

 

Menarik, saat Kemenristekdikti menerbitkan peraturan pemerintah Nomor 51 tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas, dimana ada kaidah (teori) dan contohnya. Saya membedah peraturan tersebut sembari melihat contoh di lapangan (UNNES).

 

 

Hasilnya saya diskusikan kepada mahasiswa dan beberapa stakeholder yang terlibat di lembaga tersebut. temuannya, macam-macam mulai dari gaya bahasa, tata letak, hingga menunjukkan teknis yang tertulis dalam konsepnya.

 

 

Buku ini adalah catatan sederhana yang pernah saya lakukan dan temukan, sebagai pembelajaran nyata agar mahasiswa lebih kritis dan tanggap dalam permasalahan tata naskah dinas (korespondensi).

 

 

Saya mengucapkan terima kasih kepada Biro Umum, Hukum, dan Kepegawaian (BUHK) UNNES yang telah bekerja sama dalam memberikan contoh-contoh surat yang diproduksi UNNES.

 

 

Tidak ada kata yang patut selain kata “Maaf” karena tidak ada yang sempurna dalam diri seseorang di dunia ini. Demikian buku ini, apabila ada kesalahan dan kekeliruan, mohon untuk dimaafkan. Tidak ada gading yang retak!

 

 

Semarang, 28 Agustus 2017

Penulis,

 

 

 

Agung Kuswantoro

 

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: