Objek Yang Natural

Objek Yang Natural

Oleh Agung Kusantoro

 

Alamiah dan natural yang menjadi ciri khas penelitian kualitatif. Objek dan tema yang menarik dalam suatu penelitian kualitatif itu apa adanya. Bukan mempermasalahkan suatu objek. Misal, berbicara humas di Sekolah. Ada sekolah swasta di desa yang humasnya sangat bagus sekali. Informasi mengenai sekolah dapat terakses melalui media massa dan online.

 

Bayangkan sekolah swasta di desa tetapi informasinya mudah dijangkau. Berarti peranan humas sangat berperan dalam penelitian ini. Ia (humas) mampu memberikan informasi ke dalam dan ke luar lembaganya. Sekolah memiliki strategi humas yang bagus.

 

Kita sebagai peneliti (misal), maka harus mengamati dan observasi ke sekolah tersebut. kejadian apa pun mengenai humas harus terekam. Jangan sampai “keunikan” akan humas tersebut hilang/lepas. Itulah makna pentingnya suatu objek yang natural.

 

Solo, 15 Februari 2018

Iklan

Memeta Konsep Tema Penelitian

Memeta Konsep Tema Penelitian

Oleh Agung Kusantoro

 

Cara yang saya lakukan kepada mahasiswa bimbingan skripsi yaitu menuliskan tema yang telah ada di perpustakaan/jurnal. Minimal 20 judul/tema skripsi yang mereka tulis. Tujuannya agar mereka mengetahui tema/judul yang sedang dibuat oleh mahasiswa lainnya. Baik dari “kakak” tingkat atau mahasiswa yang lulus tepat waktu.

 

Dengan cara memetakan konsep tersebut diharapkan mereka menemukan sesuatu yang baru yang belum diteliti. Ada kebaruan dalam penelitian yang akan ditulis, baik tema, variabel, atau variasi lainnya (metodologi).

 

Ini penting bagi mereka. Agar mengetahui posisi mereka ada dimana. Tema apa yang sering muncul? Dan, tema apa yang jarang/belum dikaji? Itulah yang namanya memetakan konsep tema penelitian. Jadi bukan, menuliskan judul penelitian yang hanya dirubah tempat penelitiannya saja.

 

Solo, 15 Februari 2018

Perspektif Emic

Perspektif Emic

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dalam penelitian kualitatif, peneliti harus memahami teori dengan utuh. Ia dituntut memahami teori-teori yang akan diteliti. Teorinya harus fokus. Tidak boleh ngrambyang dalam menuliskan teori dalam sebuah penelitian.

 

Saat di lapangan, ia pun harus konsen terhadap yang ditelitinya. Ia harus bersikap perspektif emic. Artinya memperoleh data bukan sebagaimana seharusnya. Bukan yang berdasarkan apa yang dipikirkan olehnya.

 

Tetapi, berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dirasakan, dialami, dan dipikirkan oleh partisipan/sumber data. Misal, ia meneliti teaching factory SMK Negeri 6 Semarang. Saat ia datang ke sekolah tersebut menjumpai siswa sedang membuat jamu dan menjual kepadanya. Ia pun sebagai peneliti langsung menggali terkait hal ini. Khususnya sumber data siswa.

 

Pada teori kewirausahaan tidak sedetail yang di lapangan. Disinilah ia harus menguasai beberapa teori tentang kewirausahaan yang sangat mendukung dalam teaching factory. Ia harus perspektif emic. Data yang ditemukan, harus ia rasakan dan alami. Tidak sekadar data dari sumber yang tidak jelas.

 

Ia tidak boleh “egois” dalam mengambil data yang dipersepsikan sendiri tanpa teori. Egois dalam hal ini adalah mengambil data sesuai dengan kemauannya. Atau, sesuai dengan memperoleh data sesuai dengan apa yang dipikirkan. Bukan itu, tetapi memperoleh data yang terjadi di lapangan.

 

Oleh karenanya, menurut saya penelitiannya kualitatif itu lebih susah dibanding kuantitatif karena, ia harus berbekal teori yang luas sehingga ia mampu menjadi “human instrument” yang baik. Itu dulu semoga bermanfaat. Besok kita belajarapa itu human instrument. Terima kasih.

 

 

Semarang, 30 Januari 2018

MGMP Adminstrasi Perkantoran Cilacap Adakan Pelatihan E Arsip Pembelajaran

MGMP Adminstrasi Perkantoran Cilacap Adakan Pelatihan  E Arsip Pembelajaran

Oleh Agung Kuswantoro

 

Pertama kali saya menginjakkan kaki di kabupaten Cilacap.  Sabtu (28/1/2018) menjadi hari yang berharga bagi saya untuk berbagi ilmu kearsipan bersama para guru administrasi perkantoran yang tergabung dalam MGMP kabupaten Cilacap. Informasi dari panitia bahwa meskipun diselenggarakan di Cilacap juga hadir guru dari kabupaten sekitarnya seperti Purwokerto dan Purworejo. Ada sekitar 40-an guru yang akan belajar bersama e arsip pembelajaran.

 

Mengingatkan kembali bahwa e arsip pembelajaran adalah produk yang saya ciptakan bersama Trisna Novi Ashari. Produk tersebut merupakan hasil penelitian saya yang saya lakukan semenjak tahun 2012. Finalnya pada tahun 2014 lahirlah produk tersebut.

 

Karena hasil penelitian sehingga teori, prosedur dan metodenya sesuai dengan kaidah ilmiah. Dasar produk tersebut adalah teori-teori manajemen kearsipan yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran kearsipan sehingga nama produknya pun tidak jauh dari proses pembelajaran. E Arsip Pembelajaran itu namanya. Karena cocok untuk pembelajaran e arsip. Bukan dalam ranah praktis untuk sebuah lembaga dalam mengelola kearsipan.

 

Pelatihan di Cilacap ini bukanlah yang pertama. Tercatat sudah ada pelatihan e arsip pembelajaran yang diselenggarakan di Cikarang, Purwakarta, Semarang, Kudus, Demak, Kendal, Magetan, dan beberapa sekolah di Jawa Tengah. Harapan saya produk ini bisa digunakan oleh SMK se-Indonesia. Selain dalam bentuk pelatihan juga ada tutorial yang tertulis dalam buku.

 

Seperti biasa saya dalam pelatihan mengeluarkan mantra. Layaknya pendekar yang akan bertarung. Jurus pun saya atur. Tidak semuanya dikeluarkan pada awal pertarungan. Karena pertarungan saya sangat panjang yaitu delapan jam dengan total saya sebagai pembicara tunggal. Pastinya saya akan mengenalkan konsep-konsep kearsipan terlebih dahulu, kemudian langsung mengantarkan kepada praktiknya. Adapun mantranya sebagai berikut

  1. Arsip yang akan dielektronikkan adalah surat masuk dan keluar.
  2. Sistem yang digunakan adalah abjad, wilayah, decimal, terminal digit, subjek, dan terminologis.
  3. Berlaku hukum laci, guide, dan map virtual. Virtual sebagai ganti lemari arsip (filling cabinet) dan map yang berwujud fisik. Virtual berwujud folder-folder.
  4. Memasukkan arsip surat ke dalam laci, guide, dan map virtual terlebih dahulu. Kemudian, disimpan (di-entry) ke sistem e arsip yang berupa database
  5. Penulisan-penulisan pada sistem penyimpanannya adalah:
  6. Abjad misal   : Ra
  7. Pokok soal misal   : KU01
  8. Tanggal surat misal   : 5/12/2015
  9. Desimal misal   : 000,1
  10. Terminal digit misal   : 1123
  11. Wilayah misal   : P. Jawa – Jawa Tengah,Grobogan

Jika ada kesalahan penulisan, maka sistem tidak dapat membacanya.

  1. Peserta dapat latihan dengan soal-soal yang ada dalam folder surat masuk dan keluar.
  2. Telitilah dalam mengerjakan, terutama saat memasukkan arsip ke virtual (folder-folder) dan meng-upload ke dalam sistem dan arsip (access).
  3. PT Trivia Soft merupakan nama lembaga yang memiliki e arsip (pengelola).
  4. Pastikan semua arsip yang disimpan muncul perintah “data berhasil disimpan”.

 

Itulah sembilan mantra yang dapat saya sampaikan kepada peserta pelatihan e arsip. Semoga mantra-mantra ini bermanfaat dalam praktek e arsip. Jangan lupa selalu optimis dan bekerja keras untuk menyambut pendidikan administrasi perkantoran yang lebih inovatif. Jika bukan kita yang mengajukan administrasi perkantoran, terus siapa lagi? Wallahu’alam.

 

 

 

Cilacap, 27 Januari 2018

 

Allah Memberi Kesempatan

Allah Memberi Kesempatan

Oleh Agung Kuswantoro

 

Setelah kita berbicara tentang ancaman terhadap orang munafik atas penyanggahan dakwah Rasul, ayat selanjutnya berbicara tentang sifat Rahman/Kasih sayang Allah terhadap hambanya.

 

Bayangkan betapa Maha pengampun, Allah itu. Allah menyiksa hamba-Nya yang durhaka saja menunggu waktu yang ditetapkan. Allah menunggu hambanya “menyadari” atas kesalahannya. Mari perhatikan surat Alkahfi ayat 58:

“Dan Tuhanmu Maha Pengampun, pemilik rahmat. Jika seandainya Dia menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia menyegerakan siksa mereka. Tetapi, bagi mereka waktu tertentu yang mereka sesekali tidak menemukan tempat berlindung darinya.”

 

Itulah ayat betapa Maha Pengampunnya Allah. Allah masih memberi kesempatan bagi mereka untuk meyadari atas kesalahannya. Semoga hal ini tidak terjadi pada kita. Orang munafik yang membangkang atas ajakan Rasul dan tidak mau menyadari akan kesalahannya. Waallahu’alam.

 

 

Semarang, 25 Januari 2018

Hati Tertutup

Hati Tertutup

Oleh Agung Kuswantoro

 

Orang yang sudah kebal mengolokolok Nabi Muhammad SAW itu tertutup hatinya. Sudah diperingatkan oleh Allah dengan tanda-tanda kuasanya, tetap atos saja hatinya. Mengutus seorang Rasul juga dimusuhi. Jika sudah diperingatkan dan diberi tahu pun tetap membangkang, maka biarlah Allah yang menentukan nasibnya.

 

Pertanyaannya, mengapa mereka begitu atos atine? Allah menjawab melalui surat Alkahfi ayat 57 yaitu, “Sesungguhnya, Kami telah meletakkan atas hati mereka penutup – yang menjadikan mereka tidak – memahami dan telinga mereka ada sumbatan meskipun engkau menyeru kepada petunjuk”.

 

Sangat jelas ayat di atas bahwa Rasul itu sudah memberi peringatan kepada orang munafik, tetapi mereka membangkangnya, dikarenakan hatinya tertutup dan telinganya tersumbat. Jika keadaan seperti ini, biarlah urusan Allah yang menentukan nasibnya. Target kita adalah mengajak berbuat baik dan beribadah kepada Allah. Urusan tertarik atau tidak, itu Allah yang menentukan. Waallahu’alam.

 

Semarang, 25 Januari 2018

Syarat Sholat: Waktu (3)

Syarat Sholat: Waktu (3)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Sholat itu wajib dikerjakan pada awal waktu. Hal ini sebagai kewajiban, yang pelaksanaan waktu luas (wajib muwassa’). Orang boleh menundanya sampai pada waktu yang diperkirakan masih cukup untuk melaksanakan sholat, dengan syarat ber’azam (bermaksud) melakukannya sejak awal waktu.

 

Bila orang masih mendapatkan waktu sholat untuk satu rokaat saja, maka sholatnya dianggap ada’ (saat ini). Kalau tidak mendapatkannya, maka sholatnya qodo.

 

Semarang, 16 Januari 2018

 

 

Syarat Sholat: Waktu (4)

Oleh Agung Kuswantoro

Melakukan sepotong (tidak utuh) sholat di luar waktu itu dosa, meskipun ada satu rokaat yang dilakukan pawa waktunya.

 

Jika telah selesai melakukan sholat (selain sholat Jumat), pada waktu yang masih cukup untuk sholat maka ia diperbolehkan, tanpa makruh untuk memanjangkan sholat dengan bacaan ayat atau dzikir, hingga melewati waktunya. Bahkan, meskipun tidak sempat menempatkan satu rokaat sholatnya pada waktunya. Waallahu’alam.

 

 

Semarang, 16 Januari 2018

 

Previous Older Entries