Regenerasi

Regenerasi

Oleh Agung Kuswantoro

 

Mencari generasi sangat penting, terlebih untuk mengaji. Jangan sampai, tidak ada generasi untuk sebuah kajian. Hasil tidak adanya generasi adalah mati/tutupnya kajian tersebut.

 

Misal, pondok pesantren. Jika kiai/ustadnya sudah meninggal, maka bisa dikatakan tutup, karena tidak ada generasi yang menjadi kiai/ustadnya. Bisa dikatakan masih eksis pondok pesantren tersebut karena ada generasi yang menjadi kiai/ustad.

 

Saat ini, saya mengalami ini. Bahkan, ini bukan pengalaman yang pertama. Dulu, ada “Mahasiswa Mengaji”, sudah saya tutup. Salah satu faktornya adalah belum/tidak adanya generasi.

 

Generasi tidak harus kiai/ustad. Santri/murid juga termasuk. Jika tidak ada murid/santri yang mengaji, maka “alamat” tidak ada kajian. Jika ada santri/murid yang mengaji, maka jelas ada kajian.

 

Regenerasi itu penting. Regenerasi kiai/ustad dan santri/murid. Ayo, semangat semua, kita menjadi regenerasi dari kiai/ustad dan santri/murid. Jangan sampai kajiannya tutup, hanya karena tidak ada kiai/ustad dan santri/murid. Siapa lagi kalau bukan kita?

 

Semarang, 17 Januari 2018

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Belajar Memahami Teori Administrasi (1)

Belajar Memahami Teori Administrasi (1)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Sebelum membuat proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, alangkah baiknya, saya mendalami lagi tentang prodi/bidang saya. Prodi saya adalah pendidikan ekonomi, konsentrasi administrasi perkantoran. Hingga saat ini, ada beberapa temuan yang saya temui, yaitu :

 

  • Angkatan saya, pada ijazah tertulis prodi pendidikan ekonomi, konsentrasi administrasi perkantoran, saat akan mendaftar PLPG atau PPG, sistem dari Jakarta menolaknya, karena yang tertulis pada prodi adalah pendidikan ekonomi. Orang mengira prodi administrasi perkantoran berbeda dengan pendidikan ekonomi.

 

  • Saat melanjutkan studi strata dua dan tiga, lulusan pendidikan ekonomi administrasi perkantoran. Ada beberapa alumni “galau” dalam mengambil prodi pada strata dua dan tiga. Karena, mau mengambil prodi apa? Dampaknya adalah pada linieritasnya. Hal ini sangat penting, terlebih berprofesi sebagai dosen.

 

Dari beberapa senior saya, saat strata dua, ada yang mengambil ilmu komunikasi, manajemen pendidikan, dan evaluasi pendidikan. Saat strata tiga, ada yang mengambil manajemen pendidikan pendidikan dan manajemen.

 

Menelisik alumni prodi administrasi perkantoran di luar UNNES seperti prof. Dr. Muhyadi (UNY) dimana tiganya adalah bidang kependidikan di UNJ. Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih, SE, M.Pd (UPI) dimana strata dua dan tiganya mengambil Administrasi Pendidikan di UPI.

 

Berdasarkan Farieda Ali (2015) bahwa teori administrasi ternyata bermacam-macam. Ada teori administrasi klasik, administrasi modern, administrasi publik, dan administrasi negara. Yang menariknya adalah adanya kerangka konsep dan redefinisi administrasi.

 

Setelah saya pelajari, saya menangkapnya bahwa pendidikan administrasi perkantoran masuk dalam ranah “redefinisi administrasi”. Dimana, administrasi sebagai fokus kajian. Beberapa objek fokus kajian administrasi meliputi bidang pendidikan, pemerintahan, publik, kesehatan, perbankan, pajak, dan bisnis.

 

Istilah administrasi perkantoran diperkenalkan oleh The Liang Gie dengan buku yang sama, yaitu “Administrasi Perkantoran Modern”, pada tahun 1960-an. Ia merumuskan, bahwa administrasi dibagi menjadi 8 unsur yaitu manajemen, organisasi, komunikasi, kepegawaian, keuangan, perbekalan, tata usaha, dan hubungan masyarakat.

 

Saat administrasi perkantoran menjadi fokus kajian maka ada beberapa materi kajian yang dipelajarinya. Nah, disinilah letak kekuatan administrasi perkantorannya. Pertanyaannya, pendidikan administrasi perkantorannya ada dimana? Karena, ada kata “pendidikannya”. Apakah itu suatu fokus kajian baru lagi? Dimana, berbeda dengan administrasi perkantoran yang dikemukakan oleh Liang Gie? Disinilah yang harus kita kaji, karena sangat penting untuk masa dengan kita.

 

Secara filsafat, menurut saya administrasi perkantoran lebih pada administrasi. Ontologi, aksiologi, dan epistemologinya sangat jelas. Secara teori lebih cenderung ke teori administrasi new klasik. Dimana penekanannya pada perilaku manusia dalam mengambil keputusan teori ini dipelopori oleh Taylor.

 

Agar administrasi bergerak, maka harus ada manajemen. Dalam teori administrasi, bahwa penggerak administrasi berupa “manajemen, organisasi, dan kepemimpinan”. Ketiganya harus ada keteraturan.

 

Ada yang berpendapat administrasi itu abstrak. Untuk menjadi konkrit dibutuhkan ketiga elemen tersebut. keteraturan yang dimaksudkan adalah ketiga elemen harus terukur dan jelas. Tidak boleh fungsinya mendadak atau asal menunjuk.

 

Misal, saat terjadi kecelakaan. Orang berkumpul, ada yang menolong ini, menolong sana, telpon sini, telpon sana, dan aktifitas lainnya. Ada orang, ada kerja sama, dan ada tujuan juga. Namun, itu bukanlah administrasi karena tidak teratur.

 

Kembali pada permasalahn utama. Dimanakah posisi pendidikan administrasi perkantoran? Apakah sama dengan administrasi perkantoran? Ataukah pendidikan ekonomi? Atau pula, ada pada ranah manajemen? Inilah menariknya, saya pun ingin mengetahuinya. Syukur-syukur, bisa membuat pohon keilamuannya. Mohon saran dan masukan kepada para ahli. Terima kasih.

 

 

Semarang, 15 Januari 2018

 

 

 

Judul Sederhana, Isi Berbobot

Judul Sederhana, Isi Berbobot

Oleh Agung Kuswantoro

 

Saya sejak SD (tahun 1995) gemar sekali membaca buku M. Quraish Shihab. Termasuk ceramahnya. Beberapa buku sudah saya baca, pahami, dan amalkan.

 

Menurut saya, buku yang ditulisnya begitu mendalam. Gayanya khas sekali. Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan intinya dari beberapa buku yang saya baca. Dimana untuk memahaminya harus membaca semuanya. Tidak cukup, hanya membaca bab 2 saja atau sesuai kebutuhan. Jika kita melakukan itu, kita akan kesulitan untuk memahami secara utuh. Karena, kata pengantarnya saja sangat berbobot. Kata pengantarnya, berisi dan bergizi.

 

Masalah-masalah keseharian di lingkungan bisa diangkat menjadi buku, seperti pernikahan, perempuan, jilbab, curhat, kumpulan pertanyaan, kultum, dan tema lainnya. Namun cara pengemasannya “kuat” sekali. Unsur filosofinya terbentuk. Mulai dari ontologi, aksiologi, dan epistemologinya.

 

Taruhlah, kita akan belajar (baca buku) tentang “Yang Hilang Dari Akhlak” karyanya. Tidak langsung belajar memahami contoh-contoh akhlak. Namun kita diantarkan pada “nilai”, hukum akhlak, ilmu filosofis ilmu akhlak, beberapa pandangan filosofis ilmu akhlak (Plato, Socrates, dan pakar lainnya). Setelah itu, diantar belajar tentang baik dan buruk, islam dan akhlak, dan intinya yaitu contoh sopan santun. Sopan santun mulai dari ibu-bapak, suami-istri, murid – guru, beberapa pendapat, menghadiri majlis ilmu, sahabat, tetangga, tamu, musuh, buruh, pelajar, hingga sopan satun dalam makan, minum, berbicara, dan berada di toilet.

 

Yang tak kalah pentingnya adalah dipelajari sopan-santun dalam berperang. Berperang saja harus ada sopan-santunnya. Itulah beberapa “jurus” pakar tafsir Indonesia ternama, M. Quraish Shihab dalam menuliskan sebuah buku.

 

Kesan saya adalah judul sederhana, tapi isi berbobot. Buku yang sedang saya “cemil” saat ini (belum khatam) dibaca, begitu terasa dihati. Judul “populer”, isi “ilmiah”. Khasnya penulis  begitu kuat. Keilmuannya, begitu terasa. Dan, filosofi atas masalah yang dibawakannya begitu kuat. Jarang ada penulis seperti itu.

 

Paradigma berpikirnya deduktif. Pola umum-khusus begitu terasa. Teori, dalil, dan kaidah, serta proposisi ada dibagian awal. Sitasinya bersumber dari kitab rujukan utama. Babon, istilahnya. Hal ini, jelas tidak mudah untuk mendapatkan dan mempelajarinya. Inilah, kelebihan penulis yang sangat santun itu, M. Quraish Shihab.

 

Misal lagi, membahas tentang jilbab pada latar belakangnya dipaparkan mengenai pandangan para pakar terdahulu hingga sekarang mengenai jilbab. Kemudian dalil-dalilnya. Setelah itu, pembaca diberi pilihan untuk mengambil sikap atas pemikiran-pemikirannnya. Jadi, tidak ada pemaksaan untuk wajib mengikuti alirannya. Mengapa? Dia memaparkan semua pendapat para ahli. Ada, dalilnya. Pembaca pun diajak “dewasa” dalam bersikap. Tidak asal baca saja. Inilah gayanya, dia dalam menjelaskannya.

 

Pesan-pesan keluarga untuk anak-anaknya tentang pernikahan dibingkai dengan buku “Pengantin Alqur’an: Kalung Permata Buat Anak-anakku”. Buku ini sederhana, namun secara isi sama dengan diatas. Filosofi kita mendapatkannya ilmu, jelas pasti dapat. Dan, yang terpenting adalah tidak menggurui. Maknanya, kita diberi kesempatan untuk berpikir dan mengambil tindakan atas apa yang telah dibaca.

 

Itu saja, ulasan saya di tengah asyik membaca buku “Yang Hilang Dari Kita Akhlak”. Semoga bermanfaat.  Sekali lagi, saya sangat salut dan kagum dengan bapak. Semoga Bapak sehat selalu agar bisa berbagi ilmu dengan sesama. Amin.

 

Semarang, 13 Januari 2018

 

 

 

Plagiat dan Minim Keterampilan Membaca

Plagiat dan Minim Keterampilan Membaca

Oleh Agung Kuswantoro

 

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat pesat. Kita tidak bisa mengelaknya. Setiap manusia manusia – menurut saya – pada era sekarang, pasti memegang HP. Bahkan, tidak hanya memiliki HP saja, tetapi media sosial pun ikut mengiringi perkembangan saat ini. Ada HP, pasti ada media sosial. Efeknya setiap orang (hampir) dipastikan memiliki media sosial, minimal facebook. Ndak keren, orang saat ini (zaman now) tidak memiliki HP dan media sosial. Namun, apakah Anda mengetahui, apa dampak dari media itu?

 

Mari, kita kaji. Pertama, maraknya plagiat. Update status saja, orang menconteknya. Plek, kata-katanya. Bahkan, dengan mudahnya mengganti nama penulis atas statusnya. Kebangeten, kalau ini.

 

Saya pun yang berprofesi sebagai dosen, mengalami dampaknya. Mahasiswa lebih suka membaca upadate status orang daripada membaca jurnal ilmiah atau karya penelitian. Mereka lebih suka membaca media sosial dibanding membaca buku. Dampaknya, menurut saya tidak baik, bagi orang yang sering melihat update status atau mencari/ searching google, dimana yang dilihat situsnya tidak jelas.

 

Selain itu, dampaknya adalah malas membaca bacaan yang bergizi (bermutu). Mata lebih terbiasa membaca bacaan yang ringan. Hanya cukup beberapa kata atau satu kalimat. Menurut saya, hal ini kurang tepat, terlebih yang membuka dan menulis media sosial adalah mahasiswa. Ketajaman dan analisisnya, menjadi tumpul. Seharusnya, mereka membaca jurnal penelitian atau artikel ilmiah lainnya. Membaca koran saja, berbeda dengan membaca status-status media sosial.

 

Itulah menurut saya, “bahaya” media social yaitu plagiat dan minim keterampilan membaca. Membaca saja itu minim, apalagi budaya menulis? Membaca pun butuh keterampilan untuk cepat memahami konteksnya, coba Anda praktikkan.

 

Membaca suatu buku, lalu tulis ulasan/cerita dari buku yang telah dibaca. Hasilnya, pasti lebih mudah dalam menuliskan. Pikiran menjadi terurai. Plagiat pun jauh dari diri kita. Mari kita, kurangi bermedia sosial yang tidak ada manfaatnya. Tingkatkan, daya keterampilan membaca kita. Jangan sering membaca update status yang hanya kata atau satu kalimat kita. Analisis kita pun menjadi lemah. Waallahu’alam.

 

 

Semarang, 7 Desember 2017

Buku Bedah dan Studi Kasus Peraturan Menteri Nomor 51 tahun 2015 Tentang Surat Dinas Di Lingkungan Kemenristekdiskti

COVER BUKU BEDAH.jpg

 

 

Pembelajaran Korespondensi Bahasa Indonesia selama ini bersifat teoritis. Pembelajaran dilakukan secara ceramah di kelas dan disampaikan secara lisan dengan berbantuan powerpoint. Gaya pembelajaran ini “object student” menjadikan siswa pasif dan pembelajaran menjadi monoton.

 

 

Menarik, saat Kemenristekdikti menerbitkan peraturan pemerintah Nomor 51 tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas, dimana ada kaidah (teori) dan contohnya. Saya membedah peraturan tersebut sembari melihat contoh di lapangan (UNNES).

 

 

Hasilnya saya diskusikan kepada mahasiswa dan beberapa stakeholder yang terlibat di lembaga tersebut. temuannya, macam-macam mulai dari gaya bahasa, tata letak, hingga menunjukkan teknis yang tertulis dalam konsepnya.

 

 

Buku ini adalah catatan sederhana yang pernah saya lakukan dan temukan, sebagai pembelajaran nyata agar mahasiswa lebih kritis dan tanggap dalam permasalahan tata naskah dinas (korespondensi).

 

 

Saya mengucapkan terima kasih kepada Biro Umum, Hukum, dan Kepegawaian (BUHK) UNNES yang telah bekerja sama dalam memberikan contoh-contoh surat yang diproduksi UNNES.

 

 

Tidak ada kata yang patut selain kata “Maaf” karena tidak ada yang sempurna dalam diri seseorang di dunia ini. Demikian buku ini, apabila ada kesalahan dan kekeliruan, mohon untuk dimaafkan. Tidak ada gading yang retak!

 

 

Semarang, 28 Agustus 2017

Penulis,

 

 

 

Agung Kuswantoro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

BAB 1 PERATUAN ……………………………………………………………………………………. 1

  1. Konsep …………………………………………………………………………………………….. 1
  2. Analisis Kesalahan …………………………………………………………………………….. 4
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 13

BAB 2 KEPUTUSAN………………………………………………………………………………… 23

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 23
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 24
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 31

BAB 3 INSTRUKSI…………………………………………………………………………………… 44

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 44
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 46
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 48

BAB 4 SURAT EDARAN………………………………………………………………………….. 49

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 49
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 52
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 53

BAB 5 SURAT TUGAS……………………………………………………………………………… 54

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 54
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 57
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 59

BAB 6 NOTA DINAS……………………………………………………………………………….. 61

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 61
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 63
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 65

BAB 7 MEMO…………………………………………………………………………………………… 66

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 66
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 68
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 69

BAB 8 SURAT UNDANGAN …………………………………………………………………… 70

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 70
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 73
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 75

BAB 9 SURAT UNDANGAN……………………………………………………………………. 76

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 76
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 78
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 79

BAB 10 NOTA KESEPAHAMAN……………………………………………………………… 80

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 80
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 84
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 85

BAB 11 SURAT PERJANJIAN………………………………………………………………….. 88

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 88
  2. Analisis Kesalahan……………………………………………………………………………. 93
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………… 94

BAB 12 SURAT KUASA…………………………………………………………………………… 98

  1. Konsep……………………………………………………………………………………………. 98
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 101
  3. Contoh yang Benar……………………………………………………………………….. 103

BAB 13 SURAT KETERANGAN…………………………………………………………….. 104

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 104
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 106
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 107

BAB 14 BERITA ACARA……………………………………………………………………….. 108

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 108
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 110
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 111

BAB 15 SURAT PENGANTAR……………………………………………………………….. 112

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 112
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 114
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 115

BAB 16 SURAT PERNYATAAN…………………………………………………………….. 116

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 116
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 119
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 120

BAB 17 PENGUMUMAN………………………………………………………………………… 121

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 121
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 123
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 124

BAB 18 LAPORAN…………………………………………………………………………………. 125

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 125
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 128
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 129

BAB 19 TELAAH S…………………………………………………………………………………. 131

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 131
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 134
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 135

BAB 20 NOTULA RAPAT………………………………………………………………………. 137

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 137
  2. Analisis Kesalahan………………………………………………………………………….. 140
  3. Contoh yang Benar…………………………………………………………………………. 141

BAB 21 PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR…………………………………… 143

  1. Konsep………………………………………………………………………………………….. 143
  2. Contoh SOP………………………………………………………………………………….. 150

 

Buku Pengantar Ilmu Administrasi

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kata itulah yang saya ucapkan saat selesai menulis buku ini, berharap pada ridho-Nya semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik saya di dunia serta bekal untuk di akhirat.

Administrasi, bukanlah tata usaha. Penekanan itu yang ingin saya sampaikan pada buku ini. Mengapa? Jika kita mengatakan administrasi itu tata usaha, maka kita termasuk kategori orang yang sempit dalam berpikir. Administrasi memiliki kajian yang luas, termasuk di dalamnya tata usaha. Tata usaha merupakan salah satu unsur administrasi.

Dalam buku ini mengkaji tentang seputar administrasi, filsafat administrasi, dan unsur-unsur administrasi seperti manajemen, organisasi, komunikasi, kepegawaian, keuangan, perbekalan, tata usaha, dan humas.

Melalui buku ini, penulis menuliskan gagasan-gagasan mengenai administrasi dan aplikasi di lapangan, serta mengkajinya.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Istri, Lu’lu’ Khakimah, S.Pd dan anak, Muhammad Fathul Mubin dan Muhammad Syafa’atul Quddus, sebagai bagian dari hidup penulis yang telah memberikan motivasi dan doanya kepada penulis.

Penulis sebagai manusia yang tak lepas dari kesalahan mengharapkan kritik dan saran mengenai isi buku  tersebut melalui e-mail atau HP, sebagaimana yang teretra di biodata penulis. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terima kasih.

 

Semarang, 22 Mei 2017

Penulis,

 

 

Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

BAB 1 SEPUTAR ADMINISTRASI ………………………………………………………………      1

  1. Bukan Biaya Administrasi …………………………………………………………………………. 1
  2. Hasil Angket Alasan Masuk Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran ……….. 2
  3. Bercerita Administrasi ………………………………………………………………………………. 2

 

BAB 2 KONSEP ADMINISTRASI DAN SEJARAHNYA ………………………………      4

  1. Makna Administrasi Secara Bahasa ……………………………………………………………. 4
  2. Administrasi Menurut Ahli ………………………………………………………………………… 6
  3. Contoh Kegiatan Administrasi …………………………………………………………………… 8
  4. Perkembangan Administrasi di Luar Negeri ………………………………………………… 11

 

BAB 3 FAKTOR DAN UNSUR ADMINISTRASI ………………………………………….    15

  1. Unsur Administrasi …………………………………………………………………………………… 15
  2. Faktor Administrasi ………………………………………………………………………………….. 17

 

BAB 4 FILSAFAT ADMINISTRASI ……………………………………………………………..    22

  1. Definisi Filsafat Secara Bahasa ………………………………………………………………….. 22
  2. Filsafat Administrasi ………………………………………………………………………………… 24
  3. Ontologi Ilmu Administrasi ……………………………………………………………………….. 24
  4. Aksiologi Ilmu Administrasi ……………………………………………………………………… 32
  5. Teori-Teori Tentang Nilai ………………………………………………………………………….. 34

 

BAB 5 MANAJEMEN

  1. Pengertian Manajemen ……………………………………………………………………………… 38
  2. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli …………………………………………………… 38
  3. Pandangan Manajemen ……………………………………………………………………………… 40
  4. Fungsi Manajemen ……………………………………………………………………………………. 42
  5. Hubungan Administrasi dan Manajemen …………………………………………………….. 47
  6. Sejarah Manajemen …………………………………………………………………………………… 47

 

BAB 6 ORGANISASI …………………………………………………………………………………..    49

  1. Sifat Organisasi ……………………………………………………………………………………….. 49
  2. Pengertian Organisasi ……………………………………………………………………………….. 50
  3. Tujuan Orang Masuk Organisasi ………………………………………………………………… 52
  4. Asas-Asas Organisasi ……………………………………………………………………………….. 52
  5. Bagan Organisasi ……………………………………………………………………………………… 53
  6. Miskin Struktur Kaya Fungsi …………………………………………………………………….. 56
  7. Hubungan Antara Administrasi dan Organisasi ……………………………………………. 56

 

BAB 7 KOMUNIKASI ………………………………………………………………………………….    58

  1. Pengertian Komunikasi ……………………………………………………………………………… 58
  2. Unsur Komunikasi ……………………………………………………………………………………. 59
  3. Model Komunikasi …………………………………………………………………………………… 61
  4. Bentuk-Bentuk Komunikasi ………………………………………………………………………. 64
  5. Hambatan dalam Komunikasi ……………………………………………………………………. 67
  6. Dampak Positif Dan Negatif Komunikasi ……………………………………………………. 68
  7. Hubungan Antara Komunikasi Dan Administrasi …………………………………………. 68

BAB 8 KEUANGAN …………………………………………………………………………………….    69

  1. Pengertian Keuangan ………………………………………………………………………………… 69
  2. Unsur –Unsur Administrasi Keuangan ………………………………………………………… 71
  3. Prinsip – Prinsip Administrasi Keuangan …………………………………………………….. 73
  4. Fungsi Administrasi Keuangan ………………………………………………………………….. 73
  5. Fungsi Administrasi Keuangan Perusahaan …………………………………………………. 75
  6. Pemeriksaan Keuangan Negara ………………………………………………………………….. 76
  7. Hubungan Administrasi dengan Keuangan ………………………………………………….. 77

 

BAB 9 KEPEGAWAIAN ………………………………………………………………………………    78

  1. Pengertian Kepegawaian …………………………………………………………………………..    78
  2. Fungsi Operasional Kepegawaian ………………………………………………………………. 79
  3. Sistem Pengangkatan Kepegawaian ……………………………………………………………. 84

 

BAB 10 PERBEKALAN ……………………………………………………………………………….    87

  1. Pengertian Perbekalan ………………………………………………………………………………    87
  2. Fungsi Perbekalan dalam suatu kantor ………………………………………………………… 87
  3. Barang Habis Pakai ………………………………………………………………………………….. 88
  4. Barang Tidak Habis Pakai …………………………………………………………………………. 88
  5. Perabot Kantor dan Contoh ………………………………………………………………………. 89
  6. Mesin Kantor …………………………………………………………………………………………… 91
  7. Pemeliharaan dan Perawatan ……………………………………………………………………… 95
  8. Penghapusan ……………………………………………………………………………………………. 96
  9. Hubungan Administrasi dengan Perbekalan ………………………………………………… 97

 

BAB 11 TATA USAHA …………………………………………………………………………………    98

  1. Pengertian Tata Usaha ………………………………………………………………………………. 98
  2. Tujuan Kegiatan Tata Usaha ……………………………………………………………………… 98
  3. Asas-Asas Dalam Ketatausahaan ……………………………………………………………….. 99
  4. Aktivitas didalam Tata Usaha …………………………………………………………………… 103
  5. Peranan Tata Usaha ………………………………………………………………………………….. 105
  6. Hubungan Administrasi dengan Tata Usaha ………………………………………………… 107

 

BAB 12 HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)  ………………………………………. 110

  1. Pengertian Humas …………………………………………………………………………………….. 110
  2. Sejarah Hubungan Masyarakat……………………………………………………………………. 110
  3. Tujuan dan Peranan Hubungan Masyarakat …………………………………………………. 111
  4. Peranan Hubungan Masyarakat ………………………………………………………………….. 111
  5. Fungsi Humas ………………………………………………………………………………………….. 112
  6. Unsur dan Peran Humas ……………………………………………………………………………. 113
  7. Asas Humas menurut Hadari Nawawi dan Martini Hadari (1994) ………………….. 113
  8. Asas Kegiatan Humas……………………………………………………………………………….. 115
  9. Kegiatan-kegiatan Hubungan Masyarakat ………………………………………………….. 116
  10. Kegiatan Humas >< Periklanan  ………………………………………………………………… 117
  11. Pendekatan-pendekatan Dalam Humas ……………………………………………………….. 118
  12. Media Humas Internal ………………………………………………………………………………. 118
  13. Media Humas Eksternal ……………………………………………………………………………. 119
  14. Hubungan Antara Humas dan Administrasi ……………………………………………….. 120

 

 

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………. 121

LAMPIRAN ………………………………………………………………………………………………… 124

Analisis Artikel Administrasi 1 ……………………………………………………………………….. 126

Analisis Artikel Administrasi 2 ……………………………………………………………………….. 128

Analisis Artikel Administrasi 3 ……………………………………………………………………….. 129

Analisis Artikel Administrasi 4 ……………………………………………………………………….. 131

Analisis Artikel Administrasi 5 ……………………………………………………………………….. 132

BIODATA …………………………………………………………………………………………………… 134

SINOPSIS…………………………………………………………………………………………………….. 137

GLOSARIUM ……………………………………………………………………………………………… 138

INDEKS………………………………………………………………………………………………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  BAGAN

 

Bagan 1.  Unsur Adminstrasi …………………………………………………………………………………   17

Bagan 2. Unsur Adminstrasi ………………………………………………………………………………….   17

Bagan 3. Bagan Pokok Pikiran Administrasi ……………………………………………………………   18

Bagan 4. Lulus Tepat Waktu (1) …………………………………………………………………………….   36

Bagan 5. Lulus Tepat Waktu (2) …………………………………………………………………………….   37

Bagan 6. Organisasi Horizontal ………………………………………………………………………………   53

Bagan 7. Organisasi Vertikal ………………………………………………………………………………….   54

Bagan 8. Contoh Struktur Kelas …………………………………………………………………………….   55

Bagan 9. Organisasi Piramida …………………………………………………………………………………   56

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1. Faktor Baju ………………………………………………………………………………………….    20

Gambar 2. Unsur Baju …………………………………………………………………………………………..    20

Gambar 3. Faktor Rumah ………………………………………………………………………………………    21

Gambar 4. Unsur Rumah ……………………………………………………………………………………….    21

Gambar 5. Model Laswell Komunikasi ……………………………………………………………………    61

Gambar 6. Model Komunikasi Diagramatik Gerbner …………………………………………………    62

Gambar 7. Model Komunikasi DeFleur……………………………………………………………………    63

 

 

cover PIA

Najis Yang Diampuni (6)

Najis Yang Diampuni (6)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Termasuk najis yag diampuni berikutnya  yaitu

  1. Sedikit lumpur pada tempat air yang berjalan (telah diyakini) najisnya. Meskipun najis mugholadoh. Dengan alasan, sulit menyingkirkan najis tersebut. selama najis tersebut tidak nampak dengan jelas.

 

Mengenai “pengampunan” atau ma’fu atas najis tersebut, dibedakan sesuai dengan waktu dan tempatnya, baik najis tersebut menempel atau nyipret pada pakaian atas badan.

 

Kasus apabila, suatu najis datang dari jalanan, maka najis tersebut diampuni/ma’fu. Tetapi, apabila sudah pasti tempat jalanan tersebut berupa tempatnya anjing/kompleks peranjingan, maka najis tersebut tidak diampuni, karena sudah mengetahui tempat yang dituju adalah tempat najis.

 

Guru kita dalam kitab Fathul Mu’in,  mengeluarkan fatwa, bahwa jalanan yang tidak berlumpur/debu – terdapat   kotoran manusia, anjing, dan binatang lainnya – , lalu terkena air hujan, maka dalam hal ini termasuk najis yang diampuni. Alasannya, karena susah menghindari atas najis tersebut. Waallahu’alam.

 

Semarang, 3 Desember 2017

 

Previous Older Entries Next Newer Entries