Rukun Sholat: Berdiri (4)

Rukun Sholat: Berdiri (4)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Orang sholat dengan duduk, posisi yang paling utama adalah duduk iftiros/duduk tahyat awal. Lalu, posisi yang baik berikutnya adalah duduk bersila, dan duduk tawaruk/tahyat akhir.

 

Kalau masih tidak mampu duduk saat sholat, maka boleh sholat dengan berbaring. Posisi berbaring dengan muka dan bagian depan badannya menghadap kiblat. Bila miringnya ke kiri hukumnya makruh, dengan catatan tidak ada udzur/miring ke kanan tidak bisa.

 

 

Semarang, 9 Mei 2018

 

 

 

Rukun Sholat: Berdiri (5)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Jika sholat dengan tidur miring tidak mampu, maka diperbolehkan sholat dengan tidur terlentang. Dua telapak kakinya menghadap kiblat.

 

Wajib memberikan bantal di bawah kepala, agar wajahnya dapat menghadap kiblat. Wajib memberi kode ke arah kiblat waktu ruku’ dan sujud. Kode sujud, harus melebihi kode rukuk.

 

Jika tidak dapat memberi kode dengan kepala, boleh dengan pelupuk mata. Kalau, tidak mampu dengan pelupuk mata, boleh dengan hati.

 

Ya, hati. Sholat dengan kode hati. Yuk, kita sholat mumpung sehat, sebelum sholat dengan hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: