Bagaimana Cara Mensupervisi Tenaga Kependidikan/Tendik?

Bagaimana Cara Mensupervisi Tenaga Kependidikan/Tendik?”
Oleh Agung Kuswantoro

Dari berbagai referensi yang saya baca, bahwa supervisi (baca:pengawasan) lebih dekat dengan dunia pendidikan dan perusahaan. Namun, saya jadi berpikir, bahwa dalam dunia pendidikan, juga tak terlepas dari tenaga kependidikan/tenaga administratif. Tenaga kependidikan sangat mensupport/mendorong suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran.

Lalu, bagaimana cara mensupervisi tenaga kependidikan?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu melihat pembagian supervisi pendidikan, dimana ada supervisi manajerial dan akademik. Menurut saya, mensupervisi tendik termasuk dalam kategori supervisi manajerial.

Seorang pemimpin harus mampu membuat rincian atas “penilaian” dan “perbaikan” tendik di manajemen lembaganya.

Jangan sampai, ada tendik yang sangat tidak paham akan pekerjaannya. Ia hanya asal datang ke kantor. Lalu, pulang. Kehadirannya menjadi faktor “penilaian”, menurut mereka/tendik.

Yang penting hadir dulu, menurut mereka. Namun, kehadirannya tidak diimbangi dengan kinerjanya.

Langkah yang sangat mungkin dilakukan, agar tendik ada rasa disupervisi adalah dituliskan SKP/Sasaran Kinerja Pegawai. SKP yang betul-betul diterapkan. Termasuk, output-output yang harus diselesaikan.

Jangan sampai, output ditulis, namun realitanya tidak ada. Hal ini, tidak tepat. Oleh karenanya, teknis supervisi untuk tendik bagi pimpinan adalah kunjungan kerja kepada tendik saat menyelesaikan pekerjaan. Apakah, tepat/sesuai tidak ia dalam bekerja? Apakah, targetnya terpenuhi tidak selama 1 bulan itu?

Selain, SKP juga perlu ada penandatanganan kontrak kinerja. Penandatanganan sebagai bentuk “kesadaran” tendik dalam memulai bekerja di awal tahun. Harapannya, rencana kinerja yang telah ditandatangani dapat terlaksana dengan baik pada waktu yang ditentukan.

Itulah pentingnya SKP dan kontrak kinerja bagi seorang tendik agar ingat dalam target pekerjaannya. Itulah teknis supervisi tendik di sebuah lembaga pendidikan. Karena, tanpa tendik itu, mustahil proses akademik bisa berjalan dengan lancar. []

Semarang, 3 Mei 2020
Ditulis di Rumah, jam 22.00 – 22.30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: