Ngaji Tauhid (23): Maksiat Penghalang Iman

Ngaji Tauhid (23): Maksiat Penghalang Iman
Oleh Agung Kuswantoro

Dalam kitab tauhid dijelaskan bahwa salah satu penyebab terhalangnya suatu iman adalah maksiat.

Maksiat menjadi pengaruh kuat suatu iman. Iman menjadi kuat, jika tidak ada maksiat. Atau, sedikit maksiatnya.

Maksiat itu banyak. Ada maksiat mulut, tangan, kaki, dan lainnya. Kalau maksiat-maksiat tersebut bisa dihilangkan dengan air wudhu dan istighfar.

Maksiat yang paling susah dihilangkan adalah maksiat yang sudah menjurus ke arah ketuhanan. Ia sudah tidak percaya akan Tuhannya yaitu Allah.

Sehingga, kalau kita mengulang materi yang lalu bahwa ciri orang beriman itu berpuasa, doanya diterima, sholatnya khusuk, shoalt Jumat, dan hatinya bergetar jika disebut nama Allah, serta perbuatan lainnya.

Jika perbuatan-perbuatan tersebut tidak terjadi pada diri kita. Mari, kita refleksikan. Mungkin dalam diri kita, banyak (ada) maksiatnya. Sehingga, ‘hati’ menjadi ‘keras’. Waallahu ‘alam.

Semarang, 23 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: