Kitab Syajarotul Ma’arif dan Washoya al-Abaa lil Abna

Kitab Syajarotul Ma’arif dan Washoya al-Abaa lil Abna

Oleh Agung Kuswantoro

Rabu sore (1/6/2022) saya dan keluarga seperti biasa belajar bersama di “Madrasah” rumah saya sendiri. Saya dan umi Lu’lu (istri) sebagai Ustad dan Ustadah. Mubin dan Syafa sebagai santri. Pelajarannya adalah akhlak. Adapun kitab yang digunakan adalah Washoya al-Abaa lil Abna.

Kitab Washoya al-Abaa lil Abna adalah kitab akhlak yang berisikan wasiat/pesan orang tua kepada anak seperti wasiat takwa, kewajiban kepada Bapak-Ibu, kewajiban terhadap teman, tata cara belajar/berdiskusi, tata cara makan-minum, dan tata cara yang lainnya.

Lalu muncul pertanyaan: “Mengapa pelajaran akhlak diberikan kepada anak?” Jawaban saya sederhana: “karena anak bersifat lugu dan memiliki daya pikir yang tajam”. Terlebih, yang menyampaikan materi adalah orang dewasa/orang tua. Dimana, ia/orang tua/ustad sedang dan telah melakukan (akhlak) dari apa yang telah disampaikan.

Bayangkan, bila pelajaran akhlak disampaikan kepada orang dewasa. Bisa jadi, orang tua/guru/ustadnya malah dilawan, karena tidak terima dengan ajaran akhlak yang disampaikan oleh orang tua/guru/ustad. Terlebih, tenaga (fisik) orang dewasa itu, lebih kuat dibanding guru/ustad/orang tuanya. Itulah pentingnya penyampaian materi akhlak saat usia anak-anak.

Jika sudah “berumur” (baca:dewasa), sampaikan materi/dari kitab yang berisikan menata hati. Malam hari usai madrasah (habis/ba’da salat Maghrib), saya membaca kitab Syajarotul Ma’arif, dimana isinya tentang “Ndandani ati” (baca: menata hati) seperti: berakhlak dengan sifat sang Maha Rahman sesuai dengan kemampuan; tatacara berakhlak dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah, perintah yang bersifat batin dan beraklak yang berisi penataan hati lainnya.

Ternyata, materi yang disajikan dalam kitab Syajarotul Ma’arif lebih mendalam dibandingkan kitab Washoya al-Abaa lil Abna. Namun, untuk bisa memahami kitab Syajarotul Ma’arif, harus menerapkan ilmu yang ada pada kitab Washoya al-Abaa lil Abna.

Jadi, saat anak-anak berilah/sampaikan materi kitab Washoya al-Abaa lil Abna, baru setelah dewasa sampaikan materi kitab Syajarotul Ma’arif. Sekali lagi ingat, kitab akhlak sangat cocok diberikan saat usia anak-anak. Disinilah masa “emas” anak menerima materi akhlak. []

Semarang, 1 Juni 2022

Ditulis di Rumah jam 22.30 – 22.45 Wib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: